Yang menyebabkan ketegangan, antara lain :
- Merasa tidak puas dengan persoalan kecil
- Merasa sukar bergaul dengan orang lain
- Merasa sukar melupakan kecemasan yang dihadapi
- Merasa sukar mengahadapi orang-orang yang pernah menyusahkan diri kita
- Selalu merasa curiga terhadap orang lain, atau sukar mempercayai orang lain
- Merasa tersiksa karena akibat keragu-raguan terhadap kemampuan diri kita.
Ada beberapa tindakan positif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan dan ketegangan,antara lain
1. Bicarakan.
Apabila menghadapi suatu masalah, hendaknya bicarakan kepada orang lain supaya lega dari ketegangan.
Dengan cara demikian, maka situasi emosional yang berlebihan akan terkontrol, sehingga dapat menentu-
kan dengan cara bagaimana untuk dapat mengatasinya.
2. Lupakan sesaat
Alihkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dengan melakukan hal-hal positif, misalnya membaca
buku, melihat-melihat pemandangan indah di sekitar kita, menulis puisi atau artikel yang bermanfaat, dan
sebagainya.
3. Salurkan kemarahan
Salurkan kemarahan dengan kegiatan-kegiatan jasmani yang positif, seperti olah raga, membuat taman,
membuat kolam ikan, memangkas tanaman di taman yang ada di sekitar halaman rumah, dan sebagainaya.
4. Mengalah pada saat-saat tertentu
Sikap tenang dalam menghadapi permasalahan hidup, adalah cara yang tepat untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi. Mengalah bukan berarti kalah, karena yang benar akan nampak bahwa itu
benar, dan yang salah juga nampak bahwa itu salah.
5. Lakukan sesuatu untuk membantu orang lain
Melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain akan mengurangi kecemasan. Karena dengan demikian
berarti mempunyai keikhlasan untuk membantu orang lain, dan bersikap lapang dada terhadap apapun yang
terjadi dengan tujuan untuk mengurangi egonya yang over.
6. Kerjakan pekerjaan satu demi satu
Pekerjaan yang menumpuk akan menimbulkan kecemasan, ketegangan, dan kebingungan. Mana yang
harus dikerjakan lebih dahulu. Supaya tidak menimbukan kecemasan dan ketegangan, maka kerjakan yang
paling penting dulu, kemudian secara bertahap kerjakan yang lainnya.
7. Hindari dorongan keinginan yang berlebihan.
Jangan menuntut terlalu banyak, karena bila tidak sukses akan menimbulkan kecemasan. Akan merasa
tersisihkan, tidak puas, dan kecewa bila gagal dalam usahanya. Usaha untuk mencapai yang diinginkan,
bisa sukses atau berhasil dan bisa juga tidak berhasil. Target untuk mencapai sesuatu dapat ditempuh
dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hambatan dan rintangan pasti ada, dan mental harus siap
gagal. Gagal dalam usaha adalah keberhasilan yang tertunda. Dengan mengetahui hambatan dan rintangan
yang dihadapi membawa hikmah yang bermanfaat sehingga tidak gagal lagi.
8. Berilah kesempatan kepada orang lain
Manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup di dunia ini sendirian. Kerja sama dengan orang lain
akan mengurangi ketegangan dan kecemasan.
9. Jadilah diri sendiri "berguna"
Membantu orang lain dengan ikhlas, menunjukkan diri kita berguna untuk orang lain, walaupun bentuk
pertolongan tadi kecil. Maka dengan demikian kita mempunyai peluang untuk menonjolkan diri yang
berguna untuk orang lain.
10.Rekreasi
Melihat-lihat pemandangan indah di sekitar kita, dapat mengurangi ketegangan yang terjadi pada alam
pikiran dan perasaan kita. Selain itu mengembangkan hobby dan istirahat yang cukup, dapat mengurangi
ketegangan.
''PSIKOLOGI'' SDN.RONGTENGAH 5 SAMPANG
Sabtu, 19 November 2011
Selasa, 08 November 2011
KEPRIBADIAN YANG DINAMIS DAN PENUH VITALITAS
Ada beberapa faktor supaya mempunyai kepribadian yang dinamis dan penuh vitalitas. Faktor-faktor tersebut antara lain
1. Selalu senang dalam pekerjaan dan tidak pernah mengeluh.
Dalam melakukan suatu pekerjaan, ada saja permasalahan-permasalahan yang harus diatasi dan dipecahkan.
Setiap masalah harus diatasi dengan tenang dan dicarikan jalan keluar dengan perasaan senang sehingga
masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
2. Selalu bersikap tenang atau jangan panik dalam menyelesaikan suatu masalah.
Suatu pekerjaan tidak akan selesai dengan baik, apabila dikerjakan dengan perasaan dan hati yang tidak
tenang, apalagi dihadapi dengan perasaan yang panik.
3. Selalu mengembangkan perasaan kehangatan dan rasa kasih sayang.
Sikap optimes dan kasih sayang yang ditunjukkan akan mempengaruhi kepada orang-orang yang
ada di sekitarnya.
4. Sikap serius, yang diimbangi dengan sikap humoris.
Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya berhasil dengan maksimal, memang harus serius.
Tapi tanpa disertai dengan humoris, keadaannya selalu tegang. Rasa kebersamaan terasa hilang.
5. Menyadari keadaan dirinya dan orang lain. Bahwa dirinya dan orang lain mempunyai kelebihan-
kelebihan juga mempunyai kekurangan-kekurangan. Menerima keadaan dirinya dan orang lain
apa adanya.
6. Mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar. Bagaimanapun keadaannya kita harus dapat
menyesuaikan diri. Dan disanalah kita memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat
dan menambah wawasan tentang sifat dan watak manusia yang bermacam-macam.
7. Harus mempunyai dan memiliki falsafah hidup atau prinsip-prinsip hidup.
1. Selalu senang dalam pekerjaan dan tidak pernah mengeluh.
Dalam melakukan suatu pekerjaan, ada saja permasalahan-permasalahan yang harus diatasi dan dipecahkan.
Setiap masalah harus diatasi dengan tenang dan dicarikan jalan keluar dengan perasaan senang sehingga
masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
2. Selalu bersikap tenang atau jangan panik dalam menyelesaikan suatu masalah.
Suatu pekerjaan tidak akan selesai dengan baik, apabila dikerjakan dengan perasaan dan hati yang tidak
tenang, apalagi dihadapi dengan perasaan yang panik.
3. Selalu mengembangkan perasaan kehangatan dan rasa kasih sayang.
Sikap optimes dan kasih sayang yang ditunjukkan akan mempengaruhi kepada orang-orang yang
ada di sekitarnya.
4. Sikap serius, yang diimbangi dengan sikap humoris.
Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya berhasil dengan maksimal, memang harus serius.
Tapi tanpa disertai dengan humoris, keadaannya selalu tegang. Rasa kebersamaan terasa hilang.
5. Menyadari keadaan dirinya dan orang lain. Bahwa dirinya dan orang lain mempunyai kelebihan-
kelebihan juga mempunyai kekurangan-kekurangan. Menerima keadaan dirinya dan orang lain
apa adanya.
6. Mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar. Bagaimanapun keadaannya kita harus dapat
menyesuaikan diri. Dan disanalah kita memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat
dan menambah wawasan tentang sifat dan watak manusia yang bermacam-macam.
7. Harus mempunyai dan memiliki falsafah hidup atau prinsip-prinsip hidup.
Langganan:
Komentar (Atom)